Senin, 16 Januari 2017

Pengertian Kepemimpinan, Peran Pemimpin & Teori X&Y



Pengertian kepemimpinan
Berbagai pendapat para ahli mendefinisikan pengertian kepemimpinan (leadership) lengan analisa dari sudut pandang yang berbeda, antara lain sebagai berikut:
-          Ordway Tead (1935)
Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan yang merek inginkan.
-          Harold Koontz & Cyrill O’Donnelle (1976)
Kepemimpinan adalah seni membujuk bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mereka dengan semangat keyakinan.
-          Paul Hersey & Kenneth H. Blanchard (1982)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiaatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.
-          Gary Yukl
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain utnuk memahami dan setuju tentang apa yang perlu di kerjakan dan bagaimana tugas itu dapat di lakukan secara efektif, dan proses memfasilitasi usaha individu dan kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
-          John C. Maxwell (1967)
Pemimpin adalah pengaruh. Kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan lain.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat di kemukakan beberapa pengertian kepemimpinan (Leadership) yang mudah difahami sebagai berikut:
-          Kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial dalam; hubungan intrapersonal, penetapan keputusan, dan pecapaian tujuan.
-          Kepemimpinan adalah proses mempengaruhu prilaku orang lain ke arah pencapaian tujuan.
Dari aspek definisi tersebut, terdapat tiga komponen yang penting dalam kepemimpinan yaitu sebagai berikut: (a) pengaruh, (b) legitimasi, (c) tujuan
a.       Pengaruh
Kepemimpinan adalah pengaruh; dimana kepemimpinan terjadi karena adanya proses pengaruh, pemimpin mempengaruhi bawahan atau pengikut ke arah yang diinginkan.
b.      Legitimasi
Kepemimpinan adalah legitimasi; dimana legitimasi merupakan pengakuan/ pengukuhan atau pengesyahan kedudukan pemimpin, dan legitimasi juga merupakan posisi formal dari kekuasaan (power) dalam organisasi. Pemimpin yang memiliki legitimasi instusional atau legitimasi personal dapat mempengaruhi atau memerintah bawahan / pengikut, dan bawahan/ pengikut rela dipengaruhi dan di perintah oleh pemimpin yang memiliki legitimasi. Bawahan / pengikut melaksanakan perinta dengan baik.
c.       Tujuan
Kepemimpinan adalah pencapaian tujuan; dimana pemimpin berurusan dengan tujuan-tujuan yaitu; (1) tujuan individu, (2) tujuan kelompok, dan (3) tujuan organisasi. Pemimpin di pandang individumenurut kepuasan individu dalam melaksanakan perintahnya. Dan pemimpin harus dapat mengusahakan keseimbangan antara tujuan organisasi dengan keinginan bawahan/pengikut dari hasil yang menyenangkan agar lebih bergairah untuk bekerja.
Peran pemimpin
Mintzberg(1973) mengemukakan sepuluh peran pemimpin (manajer) sebagai berikut:
a.       Peran pemimpin yang berkaitan dengan perilaku hubungan antarpribadi adalah sebagai berikut.
1.      Peran pemimpin: pemimpin mengarahkan dan memberikan pedoman kepada pengikut.
2.      Peran penghubung: pemimpin meneruskan pesan dari atasan kepada bawahan dan menyampaikan pesan bawahan kepada atasan. Demikian pula pemimpin harus dapat menyambungkan gagasan atau perasaan dari satu atau sekelompok anggota ke anggota-anggota yang lain.
3.      Peran panutan (figurehead): pemimpin harus dapat menjadi contoh bagi bawahannya dan dapat mencerminkan ciri-ciri kelompok kepada pihak luar melalui prilaku dan penamilan luarnya.
b.      Peran pemimpin ysng berkaitan dengan pemrosesan informasi adalah sebagai berikut:
4.      Peran pemantauan: pemimpin harus memantau berbagai informasi yang berkaitan dengan proses dan tugas kelompok (kekuatan, kelemahan, kesempatan, kendala, dan sebabagainya)
5.      Peran penyebaran informasi: informasi yang diperoleh pemimpin harus disebarluaskan kepada anggota sehingga anggota pun mendapatkan informasi tersebut.
6.      Peran juru bicara: kepada pihak luar pemimpin harus berperan sebagai orang yang memberi informasi mengenai kelompok.
c.       Peran pemimpin yang berkaitan dengan pembuat keputusan adalah sebagai berikut:
7.      Peran wiraswasta: pemimpin harus mampu mempertahankan eksistensi kelompok dan juga mengembangkannya dengan swadaya. Khususnya peran ini sangat penting pada organisasi yang bersifat ekonomis (perusahaan, industri dan sebagainya).
8.      Peran penyelesaian gangguan: jika ada gangguan, pemimpin harus mampu menanganinya dengan baik.
9.      Peran pengalokasian sumber: keberadaan dan perkembangan kelompok selalu bergantung kepada sumber-sumber tertentu (resources): sumber daya,sumber dana, sumber tenaga manusia, dan sebagainya. Karena sumber-sumber itu selalu terbatas, peran pemimpin adalah membagi dan menjatahkan berbagai sumber itu pada berbagai bagian atau berbagai tujuan dari kelompokyang dianggap perlu menjadi prioritas pada suatu saat atau situasi tertentu.
10.  Peran negosiasi: pemimpin juga berperan sebagai perunding, baik dengan pihak luar maupun dengan atau antaranggota kelompoknya sendiri.
Teori X&Y
Salah satu model prilaku kepemimpinan adalah Teori dikemukakan oleh Douglas McGregor. Teori X dan Y di dasarkan pada berbagai asumsi tentang para karyawan/pegawai dan bagaimana memotivasi mereka. Berbagai asumsi yang mendasari teori X dan Y adalah:
·         Teori X
-          Karyawan cenderung tidak suka (malas) bekerja, kalau mungkin menghindarinya.
-          Karyawan selalu ingin di arahkan
-          Manajer harus selalu mengawasi kerja.
·         Teori Y
-          Karyawan suka bekerja
-          Karyawan yang memiliki komitmen pada tujuan organisasi akan dapat mengarahkan dan mengandalkan dirinya sendiri
-          Karyawan belajar untuk memerima bahkan mencari tanggung jawab saat bekerja
Asumsi yang dikembangkan dari Teori X pada dasarnya cenderung negatif dan gaya kepemimpinan yang di terapkan dalam suatu organisasi adalah gaya kepemimpinan petunjuk (directive leadership style). Gaya kepemimpinan petunjuk sangatlah tepat di terapkan manakala karyawan yang menjadi bawahannya tersebut cenderung pasif, malas bekerja, tidak kreatif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, peran pengarahan yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi menjadi sangatlah dominan dan penting bagi kemajuan organisasinya tersebut. Tanpa arahan yang jelas dan baik, kinerja karyawan akan buruk, tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan tidak dapat diselesaikan tepat waktu, atau kualitas penyelesaian pekerjaannya rendah.
Sementara itu, asumsi yang dikembangkan dalam Teori Y pada dasarnya cenderung positif dan gaya kepemimpinan yang ditetapkan adalah gaya kepemimpinan partisipatif. Dalam Teori Y diasumsikan bahwa karyawan cenderung berprilaku positif. Karyawan pada dasarnya memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak malas bekerja, ingin kerja mandiri dan memiliki komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Di samping itu, karyawan  juga memiliki kecenderungan untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap setiap pekerjaan yang mereka kerjakan. Oleh karena itu gaya kepemimpinan yang diterapkan dari situasi tersebut adalah gaya kepemimpinan partisipasif dimana para karyawan dilibatkan didalam proses pengambilan keputusan. Dalam gaya kepemimpinan partisipasif tersebut, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dan bawahan adalah komunikasi dua arah. Manajer juga memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan ide atau gagasan (masukan), yang sangat berharga bagi perkembangan suatu organisasi. Ringkasnya Teori X dan Y Douglas McGregor berusaha mengungkapkan prilaku karyawan dalam bekerja dan sekaligus bagaimana gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam situasi liongkungan kerja yang berbeda, termasuk bangaimana komunikasi antarpribadi (manajer dan bawahan) tersebut dikembangkan dalam lingkungan kerjanya.
DAFTAR PUSTAKA
Purwanto.D(2006).Komunikasi Bisnis. Jakarta. Erlangga.
Soekarso & Putong.I(2015). Kepemimpinan: Kajian Teoritis dan Praktis. Jakarta. Buku&Artikel Karya Iskandar Putong.
Sarwono &  Wirawan.S(2005). Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. Jakarta. Balai Pustaka.

Selasa, 10 Januari 2017

Job description & job specification public relations

A. Job description
1. Mencari informasi sebanyak mungkin mengenai produk yang sedang di minati masyarakat
2. Mempromosikan semua produk prusahaan melalui media cetak maupun elektronik
3. Membina hubungan abaik dengan relasi-relasi perusahaan sekaligus memberikan citra positif mengenai perusahaan.
4. Menciptakan dan memelihar citra yang baik dan menguntungkan bagi perusahaan, baik itu yang berkenaan dengan kebijakan, produk, jasa, maupun dengan personelnya (para pegawai).
5. Membalas surat-surat complain dan compliment
6. Menyusun dan mendistribusikan sajian berita (news release, press release), foto-foto, photo release, dan berbagai artikel untuk konsumsi kalangan public dan media massa.


B. JOB SPESIFICATION

             Pendidikan : Min. S1 jurusan komunikasi lebih diutamakan S2, dengan
•           pengalaman di bidang public relation lebih dari 2 tahun
•           Komunikasi dan networking
•           Dapat berkomunikasi dengan baik
•           Disiplin
•           Berwawasan luas
•           Teliti
•           Berpenampilan menarik
•           Jujur
•           Bertanggung jawab
•           Pekerja keras

Job description & Job specification Teknisi

A. Job description 
1. Seorang Engineer bertanggung jawab pada semua karakteristik fungsional dari sebuah bangunan agar selaras, berfungsi dan bekerja sebagai mana mestinya. 
2. Sementara kesehatan dan keselamatan fitur , seperti prosedur darurat dan keamanan , merupakan Tugas penting seorang Project Engineer karena kelestarian lingkungan dan efektivitas biaya bangunan menjadi pertimbangan penting dalam industri.
3. Merancang tata letak dari objek yang dikerjakan.
4. Menilai apakah kondisi lapangan yang ada cocok untuk objek yang dikerjakan .
5. Mengidentifikasi bahan dan peralatan yang akan digunakan dalam berbagai sistem .
6. Menyusun rencana , menulis dan melaporkan perkembangan pekerjaan .
7. Melakukan tes pada sistem dan membuat perubahan pada rencana jika diperlukan .
8. Pemantauan pekerjaan pemasangan dan mengelola pemeliharaan mereka setelah bangunan selesai .
9. Memastikan bahwa semua pekerjaan bangunan memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan dan undang-undang lingkungan .
10. Negosiasi kontrak dengan klien , terutama dalam pekerjaan konsultasi
11. Berkoordinasi dan bekerja sama dengan Tenaga Ahli Specialis lainnya.
12. Memberikan presentasi dan menulis laporan , memberi nasihat tentang aspek fungsional bangunan dan menyoroti implikasi praktis dari desain arsitek .
13. Mempromosikan efisiensi energi dan isu-isu keberlanjutan lainnya .
14. Mengelola tim orang dan bekerja sama dengan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang selesai tepat waktu dan standar yang tinggi .
15. Menguasai disiplin ilmu teknis sehingga bisa mencari solusi jika ada permasalahandi lapangan. 


B. JOB SPESIFICATION

             Min. S1 jurusan Teknik lebih diutamakan S2, dengan 
•           pengalaman di bidang Teknisi  lebih dari 2 tahun
•           Komunikasi dan networking
•           Dapat berkomunikasi dengan baik
•           Kompetensi karakter
•           Disiplin
•           Berwawasan luas
•           Teliti
•           Berpenampilan menarik
•           Jujur
•           Bertanggung jawab
•           Pekerja keras

Job description & job specifications Direksi strategi bisnis

A. JOB DESCRIPTION
1. Menciptakan penataan dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas manajemen pemasaran, penjualan dan promosi yang merupakan dasar strategi yang tak terpisahkan dari seluruh sistem kegiatan dan kinerja perusahaan 
2. Pemusatan perhatian pada rencana, pelaksanaan dan pengawasan manajemen pemasaran, penjualan dan promosi yang mengacu pada kontinuitas dan pengembangan perusahaan secara keseluruhan sebagai suatu strategi dasar seluruh departemen/divisi 
3. Menetapkan acuan sistem dan mekanisme manajemen pemasaran, penjualan dan promosi yang ditata berdasarkan sistem manajemen umum yang terus berkembang sebagai suatu kontribusi terhadap kelancaran seluruh sistem kegiatan dan kinerja perusahaan 
4. Menetapkan sasaran manajemen secara konseptual, mengarah pada pemenuhan target perusahaan dalam menata sistem manajemen pemasaran, penjualan dan promosi yang didasarkan pada pencerminan dari keputusan strategi yang diambil oleh perusahaan 
5. Berkaitan dengan hal-hal mengenai pengembangan sistem, kualitas dan kuantitas perusahaan dan staf 
6. Berkaitan dengan keuangan organisasi perusahaan dalam bidang pembukuan, audit, sistem penganggaran dan pembiayaan serta rencana penjadwalan anggaran untuk masa sekarang dan yang akan datang. 
7. Berkaitan dengan lancarnya kinerja manajemen pemasaran, penjualan dan promosi serta interpretasi dari kebijaksanaan pertanggungjawaban dan prosedur-prosedur dalam merefleksi secara cermat kondisi departemental. 
8. Menyiapkan informasi dan data untuk pelaporan sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur-prosedur yang telah ditentukan berkaitan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga perusahaan mencakup konsep, fungsi penggerak, peraturan, prosedural dan sistem.
9. Berhubungan dengan penerapan hukum perusahaan. 
10. Berkenaan dengan sistem pengawasan terhadap kinerja manajemen pemasaran, penjualan dan promosi. 
11. Menciptakan koordinasi kerja keseluruhan departemen/divisi pada satu sistem dan strategi sebagai konsep dasar dari keseluruhan kebijakan.


B. JOB SPESIFICATION

•             Pendidikan : Min. S1 jurusan Pemasaran lebih diutamakan S2
•           Pengalaman di bidang Pemasaran  lebih dari 2 tahun
•           Komunikasi dan networking
•           Keterampilan dan keahlian pemasaran
•           Bahasa Inggris
•           Dasar-dasar produksi
•           Kompetensi karakter
•           Disiplin
•           Berpenampilan menarik
•           Berwawasan luas
•           Teliti
•           Keterampilan komputer
•           Jujur
•           Bertanggung jawab
•           Pekerja keras